biodata-zeni
MENJADI
mahasiswa berprestasi di kampusnya, tak lantas menjadikan Zeni Toyyibatus Sa’diyah besar kepala, acuh atau meremehkan mahasiswa lain. Dia bahkan terus berupaya menggiatkan semangat belajar mahasiswa lain, serta merangkulnya agar aktif dalam organisasi kemahasiswaan.

Atas keaktifan dan prestasinya, Zeni didaulat menjadi Wakil Ketua Ikatan Keluarga Mahasiswa (IKM) Akademi Keperawatan (Akper) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo.

Dara kelahiran Purworejo, 12 Desember 1996 itu memang getol berorganisasi sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) sebagai pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di MTs Al Islam Jono Kecamatan Kutoarjo.

Bahkan, saat duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA), selain OSIS, dia juga aktif dalam pengisian majalah dinding (mading) sekolah, kegiatan Sikrab (siang keakraban), kepramukaan dan Korps Sukarela Remaja (KSR) di SMK VIP Al Huda Kebumen.

Tak ingin berhenti di sekolah, Zeni yang saat ini masih semester tiga, meneguhkan komitmennya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Awalnya memang dia dicalonkan rekan-rekannya dalam Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua IKM Akper Pemkab Purworejo Periode 2016-2017.

‘’Awalnya saya dicalonkan teman-teman. Akhirnya saya membulatkan tekad, demi merangkul serta meningkatkan semangat belajar mahasiswa lain di kampus ini,’’ ungkapnya, kemarin.

Menjadi mahasiswa keperawatan, kata Zeni, tak bisa menjamin tidak adanya kenakalan remaja. Karena, kenakalan remaja seperti halnya pergaulan bebas, peredaran narkoba dan kecanduan pornografi masih rentan terjadi.

Jadi Pendidik

‘’Melalui organisasi kemahasiswaan ini, kami rangkul mereka untuk bersama-sama aktif dalam kegiatan yang positif. Bahkan, kami juga diberikan kewenangan memberikan pendidikan kedisiplinan dari kampus kepada seluruh mahasiswa,’’ ujar dara perparas cantik itu.

Pendidikan mengenai kedisiplinan dirasa penting dilakukan, guna melatih dan membentuk mahasiswa tepat waktu, menjaga kerapian dan kebersihan, tidak meremehkan orang lain, menghormati orang lain dan senantiasa menjaga rasa hormat kepada orang yang lebih tua. Hal itu diakui putri Wahid Nasrudin (52) dan Kholifah (38) itu tidak mudah untuk dilakukan.

Namun, dia bersama pengurus IKM lainnya, terus berupaya bersama-sama belajar dengan mahasiswa Akper lainnya. Penyuka olahraga bola voli ini menuturkan aktif berorganisasi, tidak lantas meninggalkan tugas wajibnya sebagai mahasiswa, yakni menuntut ilmu.

Meskipun sejak SMK dia belajar tentang dunia keperawatan, cita-cita yang ingin dicapai bukanlah menjadi tenaga keperawatan, melainkan ingin menjadi pendidik di dunia keperawatan.

‘’Saya ingin menjadi pendidik. Setelah dari sini, saya ingin melanjutkan program S1 dan S2, bahkah S3 agar ilmu yang saya dapatkan jauh lebih bermanfaat,’’ ujar Zeni. (M Abdul Rohman-36)